Mengenal Teknologi Solid State Drive (SSD)

Gambar HDD dan SSD
HDD dan SSD (source : wikipedia.com)

Teknologia.co.id - Solid State Drive (SSD) adalah terobosan baru dalam penyimpanan data yang menggunakan memori mantap (nonvolatile memory) sebagai media dan tidak menggunakan diska magnetis. SSD dapat digolonngkan menjadi dua, yaitu berbasis flash dan berbasis DRAM (Dynamic Random Access Memory). Pada saat ini bannyak kita jumpai di pasaran teknologi SSD bebasis flash, misalnya FD (Flash Disk), SD (Secure Digital) Card, MMC (Multi Media Card), Micro SD Card, CF (Compact Flash).

Sejarah SSD

sebenarnya sudah dimulai sejak akhir 1960-an dan awal tahun 1970-an. Kala itu, SSD dibuat untuk komputer super buatan IBM yaitu Amdahl dan Cray. Namun mahalnya harga yang harus dibayar, membuat SSD tidak bisa diproduksi secara massal karena tidak ekonomis (saat itu hanya dibuat jika ada pesanan). Proyek SSD kemudian dimulai lagi dengan kehadiran SSD yang dibuat oleh StorageTek pada akhir 1970-an.

Di awal tahun 1980-an, Santa Clara Systems memperkenalkan BatRam, sebuah memori berbentuk serangkaian chip RAM dengan kapasitas total sebesar 1 megabit (125 kilo byte) yang berfungsi mengemulasikan hard-disk, suatu media penyimpanan yang cukup besar kala itu, karena MS-DOS versi 1.0 hanya mendukung media penyimpanan maksimal sebesar 160 kilo byte saja.

Dalam paketnya, memori ini dilengkapi dengan baterai isi ulang. Baterai ini berfungsi menyimpan data saat rangkaian RAM tidak mendapatkan pasokan daya listrik (misalnya saat komputer dimatikan). Pada tahun 1995, M-Systems memperkenalkan SSD berbasis flash memory.

SSD ini kemudian secara luas dipakai oleh kalangan militer dan industri angkasa luar Amerika Serikat sebagai pengganti fungsi hard-disk konvensional. Semenjak itu, SSD semakin berkembang sehingga berbentuk dalam perangkat yang kita kenal sekarang dan mulai diproduksi secara massal sehingga saat ini harganya semakin terjangkau walau Hard-Disk biasa masih jauh lebih murah.

Teknologi SSD

1. SSD berbasis Flash

Data dalam SSD berbasis flash biasanya disimpan dalam sel memori pada chip. Dalam kelompok ini ada dua macam jenis sel memori yang umum digunakan, yaitu jenis MLC (Multi Level Cell) dan SLC (Single Level Cell). SSD jenis MLC biasanya lebih murah dibandingkan dengan yang berbasis SLC.

Hal ini disebabkan MLC menyimpan data sebesar 3 bit atau lebih setiap selnya, sedangkan untuk SLC hanya 1 bit saja, sehingga biaya per giga byte-nya menjadi lebih rendah. Sedangkan SSD jenis SLC berharga lebih mahal,namun tipe ini memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan jenis MLC, yaitu kecepatan transfer data yang lebih tinggi, konsumsi daya yang lebih rendah dan daya tahan sel memori yang lebih lama.

Salah satu penyebab mahalnya harga SLC ini adalah ongkos pembuatan yang lebih tinggi per giga byte-nya mengingat SSD jenis SLC hanya mampu menyimpan data dengan jumlah yang lebih sedikit per selnya. SSD berbasis flash memanfaatkan sejumlah kecil DRAM untuk cache yang dipakai untuk menyimpan informasi tentang penempatan blok data serta informasi wear leveling (sebuah teknik untuk memperpanjang usia pemakaian memori berbasis flash).

2. SSD berbasis DRAM

SSD dengan teknologi ini memiliki kecepatan akses data yang sangat tinggi (umumnya kurang dari 1 milidetik). Perangkat ini biasanya dilengkapi dengan baterai internal dan sistem penyimpanan data cadangan untuk memastikan tetap adanya data dalam SSD saat komputer dimatikan atau mati mendadak. Dalam kondisi ini, baterai dalam SSD akan memasok daya bagi rangkaian sel untuk menyalin semua informasi dari DRAM ke perangkat penyimpanan cadangan. Saat komputer dinyalakan lagi, semua informasi ini akan dikembalikan lagi ke DRAM.

SSD dengan kinerja tinggi biasanya dilengkapi dengan penyimpanan daya listrik sementara (energy storage). Komponen ini umumnya disusun dari rangkaian kapasitor atau baterai yang berfungsi untuk memindahkan data dari cache SSD ke flash memory saat komputer dimatikan/ mati mendadak (jika berbasis kapasitor) atau untuk menyimpan data sementara dalam cache (jika menggunakan baterai).

Kelebihan SSD :
  • Tahan terhadap guncangan fisik dan temperatur.
  • Konsumsi listrik rendah 
  • Lower access time atau waktu akses data yang singkat
  • Silent mode atau tidak adanya bunyi saat SSD beroperasi

Kekurangan SSD :
  • Harga yang lebih tinggi daripada Hardisk
  • Kapasitas penyimpanan data yang masih terbatas

BLOG TEKNOLOGIA

Situs untuk berbagi informasi mengenai teknologi terkini. Apabila artikel ini dirasa menarik dan bermanfaat, silahkan share artikel ini kepada kerabat Anda dengan meng-klik icon media sosial dibawah ini. Terima kasih :)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Disqus CommentsLoadHide